Senin, 13 Oktober 2014

artikel islami



PROSES KEJADIAN MANUSIA MENURUT AL-QURAN
1. Tahap pertama
   Nutfah: yaitu tahap pertama dimulai setelah pembuahan atau minggu pertama. Itu dimulai setelah terjadinya pencampuran air mani
Maksud firman Allah dalam  surah al-Insan: 2:
    "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami (akan mengujinya dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia   mendengar dan melihat"                                                                                              
   Menurut Ibn Jurair al-Tabari, asal kata nutfah adalah nutf artinya air yang sedikit yang ada di dalam suatu wadah apakah sumur, tabung dan sebagainya. Sementara kata amsyaj berasal dari kata masyj yang berarti pencampuran.
   Berbasis pada makna kata tersebut maksud ayat di atas adalah sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan manusia dari air mani pria dan air mani perempuan.
   Dari nutfah inilah Allah menciptakan anggota-anggota yang berbeda, perilaku yang berbeda serta membuat  pria dan perempuan. Dari nutfah pria akan terbentuknya saraf, tulang dan fakultas, sedangkan dari nutfah perempuan akan terbentuknya darah dan daging.
2. Tahap Kedua
  Alaqah: Tahap pembentukan alaqah adalah pada akhir pekan pertama / hari ketujuh. Pada hari yang ketujuh telor yang sudah dibuahi itu akan tertanam di dinding rahim (qarar makin). Setelah itu Kami mengubah nutfah menjadi alaqah.
Firman Allah yang artinya :

"Kemudian Kami mengubah nutfah menjadi alaqah" (al-Mukminun: 14).
   Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan alaqah dengan makna segumpal darah. Ini mungkin dibuat berdasarkan pandangan mata kasar. Alaqah sebenarnya suatu benda yang amat seni yang diliputi oleh darah. Selain itu alaqah memiliki beberapa maksud:
 -sesuatu yang bergantung atau melekat
 -pacet atau lintah
 -suatu buku atau benjolan darah
Tingkat alaqah adalah tingkat pada minggu pertama sampai minggu ketiga di dalam rahim.
3.Tahap Ketiga
   Mudghah: Pembentukan mudghah dikatakan terjadi pada minggu keempat. Kata mudghah disebut sebanyak dua kali di dalam al-Quran yaitu surat Al-Hajj ayat 5 dan surah al-Mukminun ayat 14:
   “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah “  (Al-Hajj : 5 )                                                                                  
Firman Allah yang artinya :
"Lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi segumpal daging" (al-Mukminun: 14)
   Diperingkat ini sudah berlaku pembentukan otak, saraf tunjang, telinga dan anggota-anggota yang lain. Selain itu sistem pernafasan bayi sudah terbentuk.Vilus yang tertanam di dalam otot-otot ibu kini memiliki saluran darahnya sendiri. Jantung bayi itu mulai berdengup. Untuk perkembangan selanjutnya, darah mulai mengalir dengan lebih banyak lagi kesitu untuk memasok oksigen dan nutrisi yang cukup. Menjelang tujuh minggu sistem pernafasan bayi mulai bekerja sendiri.
4. Tahap Keempat
   Izam dan Lahm: Pada tingkat ini yaitu minggu kelima, keenam dan ketujuh adalah tingkat pembentukan tulang yang mendahului pembentukan oto-otot. Bila tulang belulang telah dibentuk, otot-otot akan membungkus rangka tersebut.
Firman Allah yang artinya:

"Lalu Kami mengubahkan pula mudghah itu menjadi izam da kemudiannya Kami membalutkan Izam dengan daging" (al-Mukminun: 14)
   Kemudian pada minggu ketujuh terbentuk pula satu sistem yang kompleks. Pada tahap ini perut dan usus, seluruh saraf, otak dan tulang belakang mulai terbentuk. Bersamaan dengan itu sistem pernapasan dan saluran pernafasan dari mulut ke hidung dan juga ke kantong-paru mulai terlihat. Begitu juga dengan organ reproduksi, kelenjar, hati, buah penggang, kandung urin dan lain-lain terbentuk dengan lebih sempurna lagi. Kaki dan tangan juga mulai tumbuh. Begitu juga mata, telinga dan mulut semakin sempurna. Pada minggu kedelapan semuanya telah sempurna dan lengkap.sistem pernafasan bayi mula berfungsi sendiri.
5.Tahap Kelima
   Nasy'ah khalqan akhar: Pada tahap ini yaitu pada minggu kedelapan, beberapa perubahan lagi terjadi. Perubahan pada tingkat ini bukan lagi embrio tetapi sudah masuk ke tingkat janin.Pada bulan ketiga, semua tulang janin telah terbentuk dengan sempurnanya Kuku-kukunya pun mulai tumbuh. Pada bulan keempat, pembentukan plasenta menjadi cukup lengkap menyebabkan saldo pranatel bayi dalam kandungan hanya untuk menyempurnakan semua anggota yang sudah ada. Meskipun perubahan tetap berlaku tetapi perubahannya hanya pada ukuran bayi saja dan janin mendapat makanan melalui plasenta.
6.Tahap Keenam
    Nafkhur-ruh: Yaitu tingkat peniupan roh. Para ulama Islam menyatakan kapan roh ditiupkan ke dalam jasad yang sedang berkembang? Mereka hanya sepakat mengatakan peniupan roh ini terjadi setelah empat puluh hari dan setelah terbentuknya organ-organ tubuh termasuk organ seks. Nilai kehidupan mereka telah dimulai sejak di alam rahim lagi. Ketika di alam rahim perkembangan mereka bukanlah proses perkembangan fisik semata tetapi telah memiliki hubungan dengan Allah melalui ikatan kesaksian sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam al-Quran surah al-A'raf: 172:
   “ dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".
   Dengan ini entitas roh dan jasad saling bantu membantu untuk meningkatkan martabat dan kejadian insan disisi Allah swt.

Wallahu A’lam
***Semoga bermanfaat.Amiin.***











Daftar pustaka :
http://lailizah.tripod.com/proses_kejadian_manusia_menurut_al-Quran.htm



Tidak ada komentar:

Posting Komentar